Selasa, 17 Desember 2013

Indonesia Bagus!

Judul di atas terinspirasi dari salah satu acara di Net.TV yang bener-bener menginspirasi, acara yang bisa membuat kita lebih menghayati ketika menyanyikan lagu INDONESIA TANAH AIR BETA atau INDONESIA PUSAKA. Acara yang mampu menggerakkan hati, membulatkan tekad untuk jalan-jalan mengunjungi berbagai daerah di Indonesia!!

 Ketika menyaksikan program Indonesia Bagus! ingatan saya langsung kepada iklan komersil

"I Love The Blue Of Indonesia" 


Ketika berada di Green Canyon- Pangandaran, imajinasi liar saya terbang ke Frodo yang menyusuri sungai untuk menghindari kejaran Orc dan Goblin di film The Lord of the Rings.
Gak perlu jauh ke Selandia Baru ternyata..



Ketika melihat birunya Kawah Putih - Ciwidey, Bandung di pertengahan musim kemarau, saya cuma berpikir: Man! Ini baru sepersejuta dari keindahan Indonesia!!



Ketika berpikir tentang biru-nya negeri ini, terpikir satu pantai yang mudah dijangkau sehingga selalu menjadi tujuan wisata lagi dan lagi sampai bosan dan melupakan keindahannya: Anyer.


Ketika menemukan sungai yang masih jernih di daerah Curug Gumawang - Padarincang, Serang, Banten.. tak kuat menahan hasrat tuk merasakan cumbunya (Apa sih?! Hehehehe..)



Satu tempat yang daya magisnya mampu memikat hati saya dan soulmate tercinta untuk segera datang melihatnya: BROMO..


Indonesia Bagus memang Bagus!


Rabu, 11 Desember 2013

Untuk Teman Hidupku..



Lengan Ibu adalah guling istirahat saya ketika kecil.

Ibu bernyanyi tanpa sumbang untuk mengantar anak yang penakut ini tidur.

Sukar, nyaris mustahil bila ada niatan mencari sentuh selembutnya, suara seindahnya dan air mata yang mampu memantik cemas. Beliau teristimewa.



Suara pelan di tiap obrolannya dengan Tuhan adalah lampu kuning bagi saya agar 
jangan mengecewakan. 

Wajar dan tentu sesekali suara keras jadi wajah peringatan bila ada kesalahan. Semua demi kebaikan dan jamin selamat buah hatinya yang tumbuh kini lebih besar.  

Beliau terutama.




Senyum bila mendapati di layar telepon genggam ada namanya diiring dering.
                                                                                     Saya rindu.


Berdebar bila dering itu tiba dikala sadar salah, dipikul anaknya yang kini sudah mau tak mau harus dewasa. Beliau tercinta.


Halo Ibu, terima kasih ya.

Bukan sekedar saya tidak terlahir tanpa perjuanganmu sebelumnya. Tapi lebih kepada sabarnya hati dan tidak putusnya doa untuk anak kecilmu yang kini sudah jauh lebih berani.

Saya sayang sekali. Saya yakin Ibu pasti rasa.


Semoga beliau berbahagia selamanya.

                                                  Aamiin...




Catatan: Posting ulang dari blog pribadi TULUS (my Idol): http://palawija.tumblr.com

Selasa, 03 Desember 2013

PAUL WALKER dan CHRISTMAS

Tewasnya Paul Walker dalam kecelakaan mobil jelang bulan desember mengejutkan banyak pihak, terutama penggemar Fast & Furious yang sedang menantikan sequel ke-7 yang saat ini sedang masa syuting. Tentu saja membuat semua yang terlibat dalam produksi FF7 perlu merumuskan kembali jalan cerita dan sebagainya.

 

Berbagai ucapan bela sungkawa, do’a dan simpati mengalir untuk mendiang pemeran Brian O'Connor ini. “Fast & Furious takkan sama tanpamu, Paul..” ujar salah satu kawan di media sosial.

 

Bagi saya yang punya kesulitan mengingat, nama Paul Walker tidak mempunyai ruang khusus dalam memori saya. Jadi ketika seorang kawan memberi info dengan intonasi lumayan tinggi,

 

                “Paul Walker meninggal!”

            “Paul Walker itu siapa?” tanya saya cuek.

            “Yang maen Fast and Furious!”

            “Yang mana itu? Pemain yang saya tau Joe Taslim doang. ”

                Hehehehe... Sorry.

 

OK! Pengakuan!  Saya bukan penggemar film Fast & Furious. Sampai produksinya yang ke-5 nonton DVD nya pun gak berminat, apalagi nonton di bioskop. Joe Taslim -dengan berita-berita tentang keterlibatannya di film Box Office Hollywod- lah yang meluluhkan hati ini untuk merogoh kocek, membeli tiket IMAX di Gandaria City (mumpung diskon 50% juga karena acara nonton bareng komunitas film. Hehehe... ). Info aja, di tengah film saya tertidur... ZzzZz... sampai adegan pesawat terbakar.. Pas bangun langsung nanya ke sebelah: Joe Taslimnya udah mati belom? Jawabnya: Udah. 


Lanjut tidur lagi deh :p

Balik lagi soal Paul Walker. Ketika googling dan tau wajahnya... Judul film yang langsung saya inget (tentunya bukan Fast & Furious) adalah NOEL. Film keluarga tahun 2004 yang mengisahkan konflik  5 tokoh berbeda namun saling bersinggungan yang terjadi di malam Natal. 



Paul Walker menjadi seorang polisi baik hati tapi seorang pasangan yang possesif bagi Penélope Cruz. Bintang lainnya yang saya hafal “di luar kepala” adalah Susan Sarandon dan Robin Williams. Meskipun berlatar Natal, film keluarga ini memiliki nilai-nilai universal yang ingin disampaikan. Sehingga saya yang muslim pun bisa menikmatinya. Bahkan membuka ruang diskusi dengan diri sendiri ketika tokoh yang diperankan Robin Williams (disebut sebagai Pendeta yang kehilangan keimanan) dalam keadaan koma mampu berinteraksi dengan Susan Sarandon, pastinya saat itu tidak tahu, dan memberitahukan bahwa dia tidak ingin mati dalam kesendirian. Sangat menarik.

 

Bagi saya, Paul Walker mengingatkan pada film NOEL. Apalagi saat ini kemeriahan Christmas mulai terasa kental. Joyful!!

Selasa, 19 November 2013

Prolog: gegara The Perks of Being Wallflower

Ok, saya tau memang trend membuat blog udah lama lewat.
Tapi, Yeeaaayyy!! akhirnya saya buat juga.

Setelah nonaktif facebook, aktivitas membuat "status" sebagai sarana berbagi apa yang saya pikirkan tentang sesuatu hal otomatis terhenti.
Twitter? Gak punya. Hahahahaha... Biarlah. Derita gagap teknologi dan gagap gadget :D

Status blackberry gak cukup memberikan ruang untuk menangkap letupan pemikiran yang terkadang hadir seketika dan melompatlompat. alhasil.. menguap begitu saja.

Gelisah?
Tentu saja!
Tapi gak cukup kuat menggerakkan tangan untuk mengetikkan sesuatu, bahkan menuliskannya.

Sampai... saya menonton film The Perks of Being Wallflower yang dibintangi Logan Lerman, Emma Watson dan Ezra Miller. Film yang menjadi salah satu film favorit saya saat ini. Akting memukau, cerita yang... ah! Nanti akan saya kupas lebih lanjut di tulisan selanjutnya. ^^

Yang pasti The Perks of Being Wallflower adalah salah satu pendorong saya membuat blog ini.
Semoga bisa berkelanjutan. aamiin..

Salam!