Keinginan
tuk ke Bromo akhirnya bisa diwujudkan di penghujung 2013! Yeaayyy!!
*terima
kasih atas nikmat kesempatan dan kesehatan yg KAU berikan (u_u)
foto diambil dari google
Sebulan
sebelumnya izin cuti sudah dikabulkan, bonus akhir tahun siap dicairkan:
perpaduan yang menyenangkan bukan? Hehehe..
Langkah
pertama yg dilakukan adalah mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya mengenai
cara menuju Bromo dan besar biaya minimum yang dibutuhkan. Googling dan blogwalking tentu saja J jadi tips utama menjawab rasa ingin tau
tentang segala hal.
Persiapan Menuju Malang
Berbekal info dari blog, tidak
ada transportasi yang langsung menuju Bromo. Kecuali dapet pinjeman Pintu Ke
Mana Saja milik Doraemon :D. Transportasi yang kami (saya dan Gun
–soulmate&bestfriend pisan lah) pilih adalah kereta api Jakarta-Malang. Kelas
ekonomi yg kami incar tuk menghemat budget. Hehehehe... Berhubung pemesanan
tiket online sedang mengalami gangguan atau bisa jadi gadget saya yg kurang
mumpuni, kami memilih untuk memesan langsung ke Stasiun Senen, tempat
pemberangkatan kereta menuju Malang. Ini adalah pengalaman pertama kami masuk
ke Stasiun Senen, Jakarta. Asli. Bingung!
Kebingungan pertama adalah mengetahui letak pintu masuk area stasiun. Setelah
bolak-balik naek motor yg dijumpai
selalu pintu keluar stasiun akhirnya memberanikan diri bertanya (Soalnya
agak parno nanya-nanya di Jakarta *nyengir). Kebingungan kedua, setelah
meninggalkan area parkir yg semrawut, trus kita harus kemana? Masuk ke bilik
tiket stasiun yang bejubel orang lumayan bikin fokus hilang bentaran. Hampir
semua orang memegang semacam formulir dan menyiapkan KTP. *KTP penting dibawa untuk kelengkapan administrasi. Ah, dari pada
semakin bingung dan jadi incaran orang-orang yg berniat jahat.. kami memutuskan
untuk bertanya kepada Customer Service dengan alibi: pengalaman pertama :p
foto diambil dari google
Informasi yg kami dapatkan, tiket ekonomi Matramaja sudah habis sampai akhir
tahun!! Peak Season libur anak sekolahan. Sang CS menganjurkan kereta api Majapahit
untuk tanggal keberangkatan yg kami inginkan dengan harga tiket Rp200rb.
Majapahit kereta kelas ekonomi seperti halnya Matramaja. Subsidi Pemerintah
yang membedakannya dan menjadikan tiket Majapahit menjadi lebih murah. Jauh
lebih murah. Iyalah, Rp65ribu. Perbedaan lainnya, Matramaja berhenti di setiap
stasiun yang dilaluinya sedangkan Majapahit hanya berhenti di stasiun-tertentu
sehingga waktu tempuh Majapahit relatif lebih singkat dibandingkan Matramaja.
DEAL!! Tiket dipesan. Kamis, 19
Desember 2013 jam 15.15 keberangkatan kami. Lega..
Sebenernya Sang CS sudah menginformasikan tiket Matramaja untuk pulang
Malang-Jakarta masih tersedia di tanggal 23 Desember (rencana kepulangan kami)
jika ingin sekalian pesan. Karena kami pikir “pasti kosong pulangnya mah”, saran tersebut tidak kami
tindaklanjuti. Informasi terakhir yang kami dapatkan, pemesanan tiket selain
online ke situs PT. KAI juga bisa di gerai Indomart/ alfamart atau telpon di 121 atau 021-121 maksimal 90 hari sebelum keberangkatan.
Terganjal kesibukan, pemesanan tiket pulang by phone agak terlupakan. Alhasil,
gagal lagi dapet tiket murah Matramaja. Lagi-lagi yg tersedia Majapahit tapi
dengan harga yg lebih mahal dari pada tiket keberangkatan: Rp250rb mau gak mau diambil
juga.. Anggaran membengkak!
Pelajaran berharga:
Pesan tiket jauh-jauh hari.
Setelah
pemesanan tiket, pembayaran melalui ATM harus segera dilakukan agar tiket tidak
hangus. Maksimal 3 jam setelah pemesanan. Bukti transfer itulah yang akan ditukarkan dengan tiket sesungguhnya di
loket penukaran tiket online sambil menunjukkan KTP atau kartu Identitas yg
didaftarkan saat pemesanan.
Urusan tiket beres!
Hal yang tidak kalah penting
adalah persiapan pakaian dan atribut lainnya yang melindungi tubuh kita dari
udara dingin Bromo yg konon kabarnya sampai ke tulang.
Karena jaket
lumayan tebal sudah punya, saatnya berburu kupluk, kaos kaki, kaos tangan,
sendal gunung (rencana dipake untuk ke Pulau Sempu) dan menyiapkan pakaian
untuk 5 hari. Tas ransel kami penuh sesak dan... Berat :D
Hari Keberangkatan: Kereta Malam... Tukitakitukitakituk!! :D
Setelah gak sabar nunggu 19
Desember 2013, akhirnya... kamis itu tiba. Sebenernya kamis itu masih hari
kerja, tapi berbekal negosiasi yg diimbangi kebaikan hati atasan, Gun diizinkan
kerja setengah hari. Kalo saya mah bolos pemirsa! Hahahaha.. Don’t try this at
home, Ok?!
Singkat
cerita, kami sudah di stasiun Senen sekitar jam 2 siang. Melewati pos penjagaan
cek tiket yg disesuaikan dengan KTP pemilik tiket, kami memasuki peron.
Majapahit datang-parkir-semua penumpang masuk mencari tempat duduk yg tertera
di tiket. Itu bukan perkara mudah bagi kami yang belum terbiasa “membaca” tiket
kereta api malam. Nomer kursi 12A dan 12B patokan kami. Padahal di setiap
gerbong pasti punya 12A dan 12B. Salah masuk gerbong bisa digusur. Masih syukur
digusur dengan halus pake bahasa pemakluman, kalo pake nyolot.. bisa ngerusak
mood tuh!
Beruntung kami digusur oleh ibu muda dan anak gadisnya yg lemah lembut.
Setelah minta maaf, kami bergegas mencari 12A dan 12B yg lain. *Maaf, Buuuu...
Kali ini kami duduk di tempat yang tepat. Setelah sempat ragu dan Gun
meyakinkan dengan bertanya pada seorang porter (petugas kereta yg membawa
barang bawaan penumpang), kami duduk tenang berharap gak ada lagi yg menggusur
;-)
Tips: Petunjuk membaca tiket kereta
api
1.
Pastikan nomer identitas yg tercetak
sesuai dengan identitas yg kita daftarkan
2.
Pastikan kereta yg kita masuki benar.
Nama kereta dan tanggal keberangkatan. Nanti bakal dicek lagi oleh petugas
sebelum masuk peron.
3.
Tempat kita duduk ada di No. KERETA.
Contoh
gambar: No. KERETA: EKO-1/12B
Artinya
Kereta Ekonomi gerbong 1 alias gerbong pertama no.kursi 12B.
perhatikan No. KERETA yaa...
Ternyata
banyak juga peristiwa gusur menggusur yg kami lihat di kereta ini dan
mengakibatkan sedikit kehebohan. Berhubung atmosfernya liburan, jadi semua
orang terlihat santai dan bahagia. Gak ada nyolot-nyolotan. *happy!
Tepat 15.15 kereta berangkat.
Tukitakitukitakituk.. hatiku gembira (tetiba
lagu Kereta Malam versi Soimah mengalun imajiner). Untung bukan penggalan
syair milik Iwan fals “biasanya kereta
terlambat dua jam cerita lama. Busyet!!”
yg mengalun. Tepat waktu! Catatan positif pertama saya terhadap PT. KAI.
Kesan positif itu berganti sedikit
kecewa karena tidak ada colokan listrik! Padahal batre HP mulai low. Pun dengan
Power Bank. Alhasil
akses data dimatikan dan tak ada kesempatan denger musik nutupin kuping dengan
headset upaya tuk menghemat batre..
Bersyukur teman duduk di hadapan kami asyik banget diajak ngobrol.
Kakak beradik “the sisters” yg tidak
terlihat mirip ini berdarah minang yg lahir dan besar di Jakarta, bersama
rombongan mempunyai tujuan yang sama dengan kami: Bromo! Novie dan Upie
panggilan mereka. Ngobrol ngalor-ngidul, terutama tentang tempat-tempat
Indonesia yg sudah dan ingin dijelajahi. Ah, gak ada yg lebih menyenangkan
bertemu kawan baru yg memiliki semangat ngebolang yg sama!
Keseruan obrolan kami mulai berkurang setelah makan malam yg dipesan
dari petugas kereta. Gun dan mbak Novie memesan Rawon, saya pesan nasi goreng,
mbak Upie sudah gak sabar mencicipi bakso Malang. Kesimpulan kami -yg mendadak
jadi ahli kuliner- menyatakan rawon yg paling nikmat. Nasi gorengnya begitulah.
Mbak Upie mengeluhkan tingkat kehangatan yg kurang dari baksonya dan bertekad
berburu bakso sesampainya di Malang. Hehehe.. Perut kenyang, tak ada lagi yg
bisa dilihat di balik jendela, masing-masing kami bersahabat dengan keadaan dan
menikmati jam tidur berbekal bantal kereta yg kami sewa Rp.5rb. Entah kenapa
harga sewa bantal menjadi Rp.7rb saat pulang menuju Jakarta. Sekadar informasi
tambahan, kondisi toilet di Majapahit lumayan bersih dan air yang selalu
tersedia. Jadi sekadar untuk buang air dan wudhu sangat kondusif.
Setelah menempuh sekitar 17 jam majapahit tiba di Stasiun terakhir di
Malang.
Jum’at, 20 Desember 2013 sekira jam 8 pagi kami berpisah dengan mbak
Novie dan mbak Upie. Mereka dan rombongan akan langsung ke Bromo, sedangkan
kami bermaksud menuju Pulau Sempu terlebih dahulu. Terima kasih mbak-mbak atas
perjalanan yang menyenangkan!!
*bersambung...




Tidak ada komentar:
Posting Komentar